
Hujan adalah rahmat bagi kita semua, kamu bisa menulis puisi tentang hujan seperti temanmu ini.

Hujan adalah rahmat bagi kita semua, kamu bisa menulis puisi tentang hujan seperti temanmu ini.

Yuda dan ayahnya setiap hari membuat gula putih dari tebu. Namun ayahnya suka kesal karena semut sering datang dan mengerubuti. Yuda pun mencari cara agar semut-semut itu tak dibunuh ayahnya.

Apa pun bisa jadi inspirasi puisi, termasuk pensil, seperti yang ditulis temanmu ini.

Binar, meminta boneka gajah pink pada Ayah, namun Ayah membelikan boneka gajah biru. Binar kecewa sekali.

Husein melihat sayup-sayup seorang anak yang berlari ke arahnya. Mungkin dia sedang menghindari kejaran dan tembakan Israel.

Ayah adalah sosok yang sangat berarti bagi seorang anak, baca puisi tentang ayah yang menarik ini.

Dua teman Mora ingin sekali bermain dan naik ke bukit di belakang rumah Mora, tapi cuaca mendung. Mereka tetap memaksa dan akibatnya mereka terkurung hujan di atas bukit.

Ini puisis dari teman kalian yang menceritakan tentang indahnya malam bermandikan bintang.

Anggun berubah, mukanya terlihat sedih, melamun sepanjang peljaran sekolah. Ia juga menolak diajak ke kantin. Laras, sahabatnya memperhatikan dan khawatir melihat Anggun, Anggun juga menggeleng saat ditanya, Laras benar-benar bingung.

Zi menyimpan kotak makanannya ke dalam tas, ia malu karena bekal makanannya selalu cenil buatn ibunya. Teman-temannya selalu berganti menu bekal setiap hari, sementara Zi yang itu-itu lagi, sampai ia muak.