Hai, Adik-Adik!
Tahukah kalian nama salah satu hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil? Ya! itu namanya kura-kura. Kura-kura memiliki banyak jenis. Salah satunya adalah kura-kura leher ular yang hidup di perairan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Kura-kura leher ular ini termasuk jenis kura-kura dalam keluarga Chelidae dan dilindungi di Indonesia.
Kura-kura ini memiliki leher panjang menyerupai tubuh ular yang dapat mencapai 25 cm dengan kerapas atau tempurungnya berwarna cokelat. Kura-kura leher ular akan bereproduksi mulai usia 4-6 tahun dengan tingkat reproduksi lebih tinggi dibanding jenis kura-kura lain.
Induk betina kura-kura leher ular dapat bertelur hingga tiga kali bahkan ada yang enam kali bertelur per tahunnya dengan jumlah telur mencapai lima hingga dua puluh butir telur sekali bertelur. Wah! Luar biasa kan? Selain itu, kura-kura leher ular bisa hidup hingga usia antara 30-40 tahun.
Hal unik dari kura-kura leher ular ini, mereka tidak dapat memasukkan kepala mereka ke dalam tempurungnya sehingga untuk melindungi bagian kepala, lehernya dilipat secara menyamping pada bagian sisi terluar tempurung.
Kura-kura leher ular ini memiliki peran penting bagi ekosistem. Pertama, sebagai penjaga kesehatan perairan di mana mereka akan memakan hewan perairan yang sudah mati. Kedua, bekas sarang bertelur dari kura-kura ini dapat menyuburkan dan menambah kandungan nutrisi pada tanah.
Namun, dengan keunikan fisik yang dimiliki, kura-kura leher ular ini menjadi target perburuan dan perdagangan internasional. Â Populasi kura-kura ini pernah melimpah pada tahun 1970 hingga tahun 1990-an dan mereka berhasil diidentifikasi sebagai spesies baru pada tahun 1994.
Pada tahun 2000, kura-kura ini masuk dalam Red List IUCN (International Union for Conservation of Nature) dengan status konservasi Critically Endangered (CR) yang berarti sangat terancam punah. Kemudian pada tahun 2004 diusulkan untuk dimasukkan dalamm Appendix II CITES.
Kura-kura leher ular Rote termasuk salah satu dari 25 kura-kura paling langka di dunia. Namun, saat ini berpotensi terancam punah karena maraknya degradasi habitat dan adanya gangguan manusia.
Berdasarkan kriteria CR dan IUCN, terdapat penurunan populasi sedikitnya sekitar 80% pada generasi terakhir dan penyebarannya terbatas.
Yuk! Mari kita sama-sama menjaga hewan-hewan endemik di Indonesia seperti kura-kura leher ular ini! (*)


