Frame 117

Kupu-Kupu Sobek Sayap

By Chaayana Medina Ermona

Hari itu matahari bersinar terik. Angin yang kencang berembus datang merontokkan daun-daun pepohonan yang sudah kering. Kukupu sedang merenung di bawah pohon. Dia melihat teman-temannya asyik bermain di taman bunga sebelah kolam. Mereka tampak asyik hinggap dari bunga merah ke bunga lainnya berwarna jingga. 

Kukupu tidak mau ikut bermain karena  dia malu. Sementara teman-temannya punya sayap cantik. Ada yang berwarna biru-merah, ada yang berwarna ungu-pink, dan ada juga yang berwarna putih. Sebenarnya, sayap kupu-kupu bernama Kukupu ini paling cantik, tetapi sayapnya sobek yang kiri.

Yaca si lebah mendekati Kukupu yang duduk sendiri.

“Lho, Kukupu! Kok kamu diam di bawah pohon? Tidak ikut main sama teman-teman?” tanya Yaca.

Kukupu menjawab, “Sayapku enggak kuat terkena angin kencang.”

“Ya sudah, aku temani di sini, ya,” ucap Yaca.

Tiba-tiba ada yang berteriak dari arah kolam.

“Tolong! Tolooong!”

Itu adalah Naki si semut. Teman-teman Kukupu tidak mau menolong karena takut tercebur juga dan tidak bisa berenang. Kukupu melihat Naki dengan cemas. Jika tidak ditolong maka Naki bisa mati dalam kolam.

Kukupu lalu bergerak cepat, terbang ke permukaan kolam, mendekati Naki yang masih berteriak minta tolong. Hanya Kukupu yang mau menolong Naki karena dia baik hati dan peduli. Walaupun sayapnya sobek tetapi dia berani terbang dan mengangkat semut keluar dari kolam.

Naki berterima kasih kepada Kukupu, “Terima kasih ya, Kukupu. Aku berhutang nyawa padamu.” Lalu semut itu memberi hadiah bunga kecil berwarna biru pada Kukupu.

“Oh, terima kasih, semut kecil,” kata Kukupu, senang menerima hadiah dari Naki.

Semut menjelaskan, “Jahitkan kelopak bunga ini ke sayapmu yang sobek.”

“Bagaimana caranya?” tanya Naki.

“Ayo ikut aku bertemu temanku Tafal si laba-laba! Dia punya jaring ajaib yang bisa menempelkan kelopak bunga ini ke sayapmu yang sobek,” kata Naki.

Akhirnya, mereka berdua pergi ke rumah Tafal. Yaca si lebah ikut bersama mereka.

“Hei, kalian datang mau jadi mangsaku?” guyon Tafal sambil tertawa.

Ekspresi Kukupu dan Yaca terlihat takut dan heran. Sementara Naki ikut tertawa.

“Maaf ya, Tafal memang suka bercanda seperti itu,” kata Naki. Ia lalu menjelaskan maksud kedatangan mereka menemui Tafal.

“Tolong bantu Kukupu memperbaiki sayapnya yang sobek,” kata Naki.

“Baiklah,” jawab Tafal. Ia lalu memperbaiki saya Kukupu dengan bantuan perekat yang biasa ia gunakan untuk membuat jaring.

Beberapa saat kemudian sayap Kukupu sudah selesai diperbaiki. Kukupu sangat senang, begitupun kedua sahabatnya, Naki dan Yaca. Dengan penuh syukur, Kukupu mencoba terbang pelan-pelan.

“Terima kasih, teman-teman,” kata Kukupu tersenyum bahagia pada ketiga temannya. (Tamat)

-- Akhir --

Bagikan Cerita

Baca tulisan menarik lainnya

Punya Naskah Cerita Sendiri?

Kirim Naskahmu Sekarang!

Naskah-Homepage