Adik-Adik, kenalan yuk sama penulis cerita anak yang sudah menghasilkan banyak karya! Namanya Kak Ali Muakhir. Beliau adalah pendiri komunitas Paberland, sebuah komunitas penulis bacaan anak.
Kak Ali ini sudah suka menulis sejak SMP, mulai dari nulis puisi dan cerita anak. Buku pertama beliau terbit tahun 2000-an berupa komik ibadah yang terbit di DAR Mizan. Kak Ali menerbitkan tulisan di media massa nasional pertama kali pada lembar anak-anak Korcil Republika.
Ternyata sebelum menulis buku, Kak Ali sudah lebih dulu menulis di media massa. Selain Koran Kecil Republika, ada juga Majalah Bobo, Majalah Mombi, Tabloid Fantasi, Tabloid Tablo, dan beberapa majalah remaja seperti Gadis, Aneka, Kawanku, Anita. Wah, sudah banyak banget ya karya beliau.
Lalu apa sih hobi Kak Ali selain menulis? Katanya, beliau juga hobi lain jalan-jalan, tapi setelah pandemi kemarin, sudah mulai menurun intensitasnya. Selain karena waktu beiau tidak sesenggang dulu. Kak Ali ini juga sering jadi mentor di beberapa kelas menulis seperti WinnerClass dan PaberClass. Beliau juga jadi konsultan beberapa penerbit bacaan anak yang sedang berkembang.
Sesekali beliau juga mengisi Bimtek di beberapa provinsi. Bimtek apaan sih? Mungkin Adik-Adik ada yang bertanya. Bimtek adalah singkatan dari Bimbingan Teknis, biasanya untuk melatih para peserta di suatu kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka di suatu bidang.
Oya, Kak ALi ini juga sering lho diundang menjadi Juri lomba kepenulisan di lembaga pemerintah ataupun di lembaga swasta.
Penasaran nggak sih, siapa penulis favorit Kak Ali?
Ternyata beliau menggemari karya-karya Enid Blyton sampai sekarang. Beliau merasa sangat terkesan hingga melahap hampir semua karya Enid Blyton. Kamu suka membaca kary siapa nih?
Nah sekarang kita korek yuk, bagaimana proses kreatif kakak penulis yang satu ini?
“Saya paling anti nunggu ide, jadi begitu ada ide pasti ditulis dan ditaruh di folder ide. Ide-ide yang terkumpul itu kemudian dimatangkan dalam konsep ide yang lebih besar dalam bentuk creative brief. Baru setelah itu dijadwalkan untuk ditulis dan dikirim ke penerbit.,” begitu kata beliau.
Ngomong-ngomong, penulis dengan jam terbang tinggi seperti Kak Ali pernah mengalami kendala dalam menulis nggak sih? Kalau pernah, gimana menyiasatinya?
“Kendala, kalau saat ini lebih ke waktu sama cari referensi pembanding. Meski pun bisa online, tetap yang namanya menulis harus fokus. Jadi, mau nggak mau, di mana pun berada, harus bisa komit dengan jadwal nulis supaya tetap produktif.” Demikian penjelasan Kak Ali terkait kendala yang beliau hadapi.
Tentu ada pengalaman paling berkesan bagi Kak Ali dalam melahirkan karya. Bisa dibocorin untuk Adik-Adik KBM Kids?
“Kayaknya waktu pertama kali nulis Serial Si Olin karena pertama kali nulis genre remaja islami populer. Konsepnya bener-bener matang banget baru digarap. Saya kawal betul prosesnya, termasuk waktu proses pracetak. Dulu masih manual, nggak kayak sekarang, jadi bantu tempelin halaman perhalaman untuk dicetak, hehehe.”
Wah seru juga ya ternyata, sebab Kak Ali ini dulu bekerja di penerbit besar Mizan lho, Adik-Adik. Jadi beliau tentu paham betul proses terbitnya sebuah buku.
Kak Ali tentunya juga pernah mendapat penghargaan untuk karya-karya beiau. Di antaranya adalah Anugerah Adikarya Ikapi tahun 2007, sebagai salah satu penulis buku terbaik. Masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) tahun 2009, sebagai penulis buku terbanyak dengan 300 judul buku. Juga penghargaan Tokoh Buku Agama Islam Pameran Buku Bandung tahun 2010.
Masya Allah, 300 judul buku? Luar biasa ya prestasi dan karya Kak Ali di bidang literasi. Semoga Adik-Adik KBM terinspirasi dari cerita beliau ini. Oya, kamu bisa baca cerpen Kak Ali di KBM for Kids ini dengan judul Anak Perempuan di Samping Gerobak Awug.
Selamat membaca dan sampai jumpa di Profil Penulis lainnya ya!


